Muara Enim
Portal Data Terbuka Kabupaten Muara Enim

Satu Data untuk
Muara Enim Maju

Akses data terbuka untuk mendukung transparansi, perencanaan pembangunan, dan inovasi berbasis data di Kabupaten Muara Enim.

625
Dataset
56
Organisasi
625+
Berkas Data
6
Resource Terbaru

Cari Data yang Anda Butuhkan

Telusuri data dari berbagai instansi pemerintah Kabupaten Muara Enim

Berita & Kegiatan

Kabar Terbaru

Informasi terkini mengenai kegiatan dan perkembangan data terbuka di Kabupaten Muara Enim.

Lihat Semua Berita
Kriya Nusa 2026, Dekranasda Kabupaten Muara Enim Pamerkan 5 Motif Batik Lokal Rancangan Erina Zhu Berita
06 Oct 2026
Kriya Nusa 2026, Dekranasda Kabupaten Muara Enim Pamerkan 5 Motif Batik Lokal Rancangan Erina Zhu
Kabupaten Muara Enim melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Muara Enim menampilkan keindahan 5 motif khas Batik Muara Enim dalam pagelaran Peragaan Busana Wastra Sumatera Selatan pada Pameran Kerajinan Nusantara Kriya Nusa 2026 di Jakarta Convention Centre, Selasa (29/09). Busana rancangan Erina Zhu yang mengangkat karya produksi dari 5 rumah batik di Kabupaten Muara Enim ini sukses menarik perhatian pengunjung, termasuk Ketua Harian Dekranas Pusat, Tri Tito Karnavian, Ketua Pelaksana Pameran Kriya Nusa 2026, Ayu Heni Rosan dan Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Lustia Herman Deru.. Plt. Ketua Dekranasda Kabupaten Muara Enim, Ir. H. Ahmad Yani, M.M., menjelaskan  bahwa 5 motif khas Batik Muara Enim yang ditampilkan berasal dari berbagai wilayah di Bmi Serasan Sekundang, yaitu motif Khaman dari Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru; motif Makraje dari Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut yang dikembangkan Rumah Batik Serasan; motif Petule dari Desa Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku; motif Lentahi dari Desa Muara Gula Baru, Kecamatan Ujan Mas; dan motif Bintang Pusaka Enim dari Batik Kujur, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul. Dirinya menyampaikan bahwa motif batik yang ditampilkan hanya sebagian kecil dari banyaknya  motif batik khas Muara Enim lainnya karya para perajin lokal.. Sementara itu Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., mengrapesiasi rancangan busana Erina Zhu yang berkolaborasi dengan 5 rumah batik Kabupaten Muara Enim. Menurutnya rancangan yang ditampilkan sangat indah yang dirangkai palet warna kontemporer dan material berkualitas sehingga menghadirkan estetika busana yang modern namun tetap mempertahankan budaya dan identitas Kabupaten Muara Enim. Plt. Bupati berharap wastra Bumi Serasan Sekundang dapat semakin dikenal sehingga membuka peluang investasi dan semangat produksi bagi perajin dan UMKM lokal. [diskominfosp-me]
Baca selengkapnya
Batik Khaman Muara Enim Tampil di Parade Wastra Nusantara Kriya Nusa 2026 Berita
06 Oct 2026
Batik Khaman Muara Enim Tampil di Parade Wastra Nusantara Kriya Nusa 2026
Plt. Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Muara Enim, Ir. H. Ahmad Yani, M.M., ambil bagian dalam Parade Wastra Nusantara pada Pameran Kerajinan Nusantara Kriya Nusa 2026 di Jakarta Convention Centre (JCC), Senin (28/09). Dihadapan Ketua Harian Dekranas Pusat, Tri Tito Karnavian dan Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Febrita Lustia Herman Deru, dengan busana Batik Khaman dari Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Plt. Ketua Dekranasda Kabupaten Muara Enim tampil percaya diri memperkenalkan wastra daerah berama para Ketua Dekranasda se-Indonesia.. Plt. Ketua Dekranasda Kabupaten Muara Enim menyampaikan bahwa busana berbahan batik cap khas Kabupaten Muara Enim motif khaman ini merupakan salah satu wastra dari beragamnya wastra daerah Bumi Serasan Sekundang yang telah terdaftar sebagai Hak Kekayaan Intelektual di Kementerian Hukum Republik Indonesia. Dijelaskan bahwa setelah busana jas pria rancangan Erina Zhu ini mengangkat motif empat buah khaman atau buah gandaria yang dipadukan dengan motif kapak beliung dan bambu dengan makna empat puyang pendiri Desa Lubuk Raman, yaitu Puyang Setegal, Puyang Repati, Puyang Meraje Sakti dan Puyang Pati Begune, sedangkan kapak beliung bermakna kegigihan dan bambu mengambarkan ayek buluh yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Desa Lubuk Raman yang merupakan kampung halaman sang istri, Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si.. Sementara itu Plt. Bupati Muara Enim ditempat terpisah menyampaikan bahwa keikutsertaan Kabupaten Muara Enim pada Parade Wastra Nusantara di Kriya Nusa 2026 ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan eksistensi daerah sekaligus memperkenalkan produk wastra lokal ke panggung nasional. Dirinya berharap kehadiran wastra Kabupaten Muara Enim di Kriya Nusa 2026 dapat semakin membuka ruang promosi bagi perajin dan pelaku UMKM agar mendapatkan akses pasar yang lebih luas. Menurutnya melalui wastra, Kabupaten Muara Enim tidak hanya memperkenalkan sebuah produk semata, namun juga membawa cerita, budaya dan identitas daerah kepada Indonesia. [diskominfosp-me]
Baca selengkapnya
Sambut GPM dan OPM di Karang Asam Festival, Masyarakat Tanjung Enim Serbu Sembako Murah Berita
17 Sep 2026
Sambut GPM dan OPM di Karang Asam Festival, Masyarakat Tanjung Enim Serbu Sembako Murah
Masyarakat memadati Stan Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Operasi Pasar Murah (OPM) yang dilaksanakan di Karang Asam Festival (KAF) Kelurahan Tanjung Enim Selatan Kecamatan Lawang Kidul,  Kamis (17/09). Program strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia yang juga menjabat sebagai Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Muara Enim, Ulil Amri, S.P., M.Si. Dikatakannya, GPM dan OPM ini dilaksanakan guna menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok, mengendalikan laju inflasi daerah, serta mempermudah akses masyarakat terhadap komoditas pangan berkualitas.. Lanjutnya, sebelumnya GPM dan OPM sudah dilaksanakan di Desa Bitis Kecamatan Gelumbang, dan kali ini diintegrasikan dengan rangkaian KAF 2026. Menurutnya ini merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah daerah untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa melalui program ini, berbagai bahan pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan kebutuhan dapur lainnya disediakan dengan harga subsidi di bawah harga pasar guna menjaga daya beli warga, khususnya di wilayah Kelurahan Tanjung Enim Selatan.. Dirinya berharap sinergi antara kegiatan kemasyarakatan dan pemenuhan kebutuhan pangan dasar ini tidak hanya membantu meringankan beban ekonomi warga, tetapi juga semakin memperkuat kestabilan ketahanan pangan daerah secara berkelanjutan di seluruh wilayah Kecamatan Lawang Kidul. Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi saat memadati stan sejak pagi hari. Salah satunya Sutrisno yang sangat terbantu, terutama beras, telur dan ikan sebagai kebutuhan sehari hari. Dirinya berharap agar GPM dan OPM bisa dilaksanakan secara rutin karena harganya terjangkau sehingga sangat membantu. [diskominfosp-me]
Baca selengkapnya
Infografis

Visualisasi Data

Data yang divisualisasikan dalam bentuk infografis yang mudah dipahami oleh semua kalangan.

Lihat Semua Infografis

Belum ada infografis tersedia saat ini.