📰 Berita

Kriya Nusa 2026, Dekranasda Kabupaten Muara Enim Pamerkan 5 Motif Batik Lokal Rancangan Erina Zhu

06 October 2026
Kriya Nusa 2026, Dekranasda Kabupaten Muara Enim Pamerkan 5 Motif Batik Lokal Rancangan Erina Zhu

Kabupaten Muara Enim melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Muara Enim menampilkan keindahan 5 motif khas Batik Muara Enim dalam pagelaran Peragaan Busana Wastra Sumatera Selatan pada Pameran Kerajinan Nusantara Kriya Nusa 2026 di Jakarta Convention Centre, Selasa (29/09). Busana rancangan Erina Zhu yang mengangkat karya produksi dari 5 rumah batik di Kabupaten Muara Enim ini sukses menarik perhatian pengunjung, termasuk Ketua Harian Dekranas Pusat, Tri Tito Karnavian, Ketua Pelaksana Pameran Kriya Nusa 2026, Ayu Heni Rosan dan Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Selatan, Febrita Lustia Herman Deru.
.
Plt. Ketua Dekranasda Kabupaten Muara Enim, Ir. H. Ahmad Yani, M.M., menjelaskan  bahwa 5 motif khas Batik Muara Enim yang ditampilkan berasal dari berbagai wilayah di Bmi Serasan Sekundang, yaitu motif Khaman dari Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru; motif Makraje dari Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Laut yang dikembangkan Rumah Batik Serasan; motif Petule dari Desa Banuayu, Kecamatan Empat Petulai Dangku; motif Lentahi dari Desa Muara Gula Baru, Kecamatan Ujan Mas; dan motif Bintang Pusaka Enim dari Batik Kujur, Kelurahan Pasar Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul. Dirinya menyampaikan bahwa motif batik yang ditampilkan hanya sebagian kecil dari banyaknya  motif batik khas Muara Enim lainnya karya para perajin lokal.
.
Sementara itu Plt. Bupati Muara Enim, Ir. Hj. Sumarni, M.Si., mengrapesiasi rancangan busana Erina Zhu yang berkolaborasi dengan 5 rumah batik Kabupaten Muara Enim. Menurutnya rancangan yang ditampilkan sangat indah yang dirangkai palet warna kontemporer dan material berkualitas sehingga menghadirkan estetika busana yang modern namun tetap mempertahankan budaya dan identitas Kabupaten Muara Enim. Plt. Bupati berharap wastra Bumi Serasan Sekundang dapat semakin dikenal sehingga membuka peluang investasi dan semangat produksi bagi perajin dan UMKM lokal. [diskominfosp-me]